Lombok adalah Jembatan Penghubung

Lombok adalah Jembatan Penghubung antara Australia dan Indonesia

Lombok adalah Jembatan Penghubung – Menurut Wikipedia, pulau Lombok adalah sebuah pulau di kepulauan Sunda Kecil atau Nusa Tenggara yang terpisahkan oleh Selat Lombok dari Bali di sebelah barat dan Selat Alas di sebelah timur dari Sumbawa. Pulau ini kurang lebih berbentuk bulat semacam “ekor” di sisi barat daya yang panjangnya kurang lebih 70 km. Luas pulau ini mencapai 5.435 km2, menempatkannya pada peringkat 108 dari daftar pulau berdasarkan luasnya di dunia. Kota utama di pulau ini adalah Kota Mataram.

Selat Lombok menandai batas flora dan fauna Asia. Mulai dari pulau Lombok ke arah timur, flora dan fauna lebih menunjukkan kemiripan dengan flora dan fauna yang dijumpai di Australia daripada Asia. Ilmuwan yang pertama kali menyatakan hal ini adalah Alfred Russel Wallace, seorang Inggris pada abad ke 19. Untuk menghormatinya maka batas ini disebut Garis Wallace. Memang sebagian wilayah NTB berhadapan dengan Australia meskipun dipisahkan oleh laut lepas.

Nusa Tenggara Barat memiliki sebuah pulau kecil yang berada ditengah laut yang menjadi batas negara Indonesia dan Australia, pulau ini dulu dinamakan pulau Sophialouisa. Masyarakat lokal menyebutnya Gili Sepatang atau Gili Patang sedangnkan wisatawan pencinta olahraga menyelam menyebutnya Magnet Point. Namun setelah melalui proses yang panjang sekitar tahun 2007 nama pulau ini sepakat diganti , dengan mengambil nama “Sepatang” yang artinya timbul dan hilang. Kata Sepatang sesuai dengan karakteristik Pulau ini yang tak nampak disaat laut sedang pasang.

Secara administratif Pulau sepatang masuk wilayah Dusun Teluk Sepi, Desa Buwun mas, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat. Dan yang menariknya Pulau Sepataang bersama 111 pulau lainnya menjadi penentu batas Indonesia dengan negara lain. Maka tak salah jika muncul istilah bahwa Lombok merupakan jempabatan penghubung antara Australia dan Indonesia. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab banyaknya jumlah wisatawan dari Australia.

Menurut kepala Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Bara, Lalu Mohammad Faozal seperti yang dilansir pada halaman Kompas.Com, persentasi wisatawan mancanegara terbesar datang dari Malaysia dan Australia. Sementara posisi ketiga datang dari Eropa. Turis Australia biasanya hanya transit di Bali, kemudian melanjutkan perjalanan ke Lombok dan biasanya mereka menghabiskan 5-6 hari berlibur di Lombok.

Menteri Pariwisata Arief yahya terus mendorong promosi Wonderful Indonesia di Australia. Kemenpar menargetkan bisa menarik 1.816.00 kunjungan wisatawan mancanegara dari negeri kangguru. Apalagi jarak Australia dan Indonesia yang dekat dan ketertarikan wisaatawan mancanegara asal Australia terhadap daya tarik dan destinasi-destinasi pariwisata Indonesia sangat besar. Apalagi, 90% masyarakat australia memiliki jadwal berlibur dan memiliki daya beli tinggi untuk paket liburan.

Walaupun belum ada penerbangan langsung dari Australia ke Lombok sejak salah satu maskapai milik Australia resmi menutup penerbangan Rute Jetstar Perth-Lombok, namun hal ini tidak mengurangi semangat para wisatawan Australia untuk berkunjung ke Lombok. Keindahan dan panorama serta budaya masyarakat Lombok membuat wisatawan Australia tertarik untuk berkunjung ke Australia. Pokonya tidak akan rugi untuk berkunjung ke NTB khususnya Lombok. Lombok akan menyuguhkan berbagai tempat wisata yang akan membuat tercengang mulai dari Gunung Rinjani, Pulau-Pulau pantai Semeti, Tanjung Poki, Pantai Tebing, Batu Payung, Pink Beach , Air terjun di tepi pantai, jembatan Gantung Kuno serta budaya yang sangat unik.