Bahasa Inggris Di Era Disrupsi

Pentingnya Bahasa Inggris Di Era Disrupsi

Seberapa Pentingnya Bahasa Inggris Di Era Disrupsi ?Sejak negara Inggris melakukan penjajahan di berbagai belahan dunia dan setelah era revolusi industri, kerajaan Inggris menjadi negara dengan teknologi dan militer paling maju di dunia. Hal ini menjadikan Inggris menjadi negara dengan jajahan terluas dan menjadikan bahasanya paling banyak digunakan di dunia. Itulah salah satu faktor yang menjadikan Bahasa Inggris menjadi bahasa International.

Kemajuan teknologi dan globalisasi memperkokoh posisi bahasa Inggris sebagai bahasa International, pada era globalisasi banyak perusahaan dan media asing mendirikan kantornya di negara-negara lain, sehingga masyarakan dari negara lain banyak yang belajar bahasa Inggris agar bisa bekerja di perusahaan asing. Apalagi di era sekarang yang dikenal dengan era distruption atau lebih dikenal dengan disruptive innovate. Istilah ini pertama kali dikenalkan oleh Clayton M. Christensen, seorang professor di Harvard Business School.

Perlahan tapi pasti era ini akan mengubah kondisi dari segala arah kehidupan manusia mulai dari pemerintahan, sosial,  budaya, ekonomi, politik , pelayanan, penataan kota, hukum, pendidikan dan bahasa.

Menurut Rhenald Kasali yang merupakan seorang akademisi dan praktisi bisnis serta guru besar bidang ilmu manajemen di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, pada halaman Kompas.com (5 Mei 2017) terdapat 5 hal penting dalam disrupsi yaitu :

  1. Disrupsi berakibat terhaadap penghematan banyak biaya melalui proses bisnis yang menjadi simpel
  2. Disrupsi membuat kualitas apapun yang dihasilkannya lebih baik ketimbang yang sebelumnya. Kalau lebih buruk, jelas itu bukan disrupsi .
  3. Disrupsi berpotensi menciptakan pasar baru atau membuat mereka yang selama ini ter eksklusi menjadi ter-inklusi. Membuat pasar yang selama ini tertutup menjadi terbuka
  4. Produk atau jasa hasil disrupsi ini harus lebih mudah diakses atau dijangkau oleh para penggunannya sepertu juga layanan ojek atau taksi online.
  5. Disrupsi membuat segala sesuatu kini menjadi smart., lebih pintar, lebih menghemat waktu dan lebih akurat.

Era disrupsi menuntun semua kalangan untuk berjiwa kompetitor dan kreatif karena sekarang “lawan dan kompetitor” tak lagi nampak kasat mata namun mereka mampu menggilas hal-hal yang bersifat tradisional atau offline.  Penyebab paling besar dari era ini adalah karena perkembangan teknologi internet yang sangat maju saat ini. Dengan internet maka tidak ada lagi batasan geografi maupun waktu. Kita bisa terhubung dan membangun relasi dengan siapapun dari benua manapun dengan media , baik dengan website, google, social media, chatting, youtube, vlog blog dan lainnya dengan biaya yang tergolong rendah. Tidak seperti zaman dahulu yang membutuhkan  biaya yang besar untuk bisa terhubung dengan masyarakat di benua lain.

Bagaimana agar bisa bertahan dan beradaptasi dengan era ini ?

Ya.. salah satunya adalah menguasai bahasa Inggris, sesuai dengan pemaparan saya sebelumnya bahwa bahasa Inggris telah menjadi bahasa International atau biasa disebut Lingua Franca ( bahasa bersama ). Semua bidang sekarang membutuhkan keahlian bahasa Inggris apalagi dunia informasi, teknologi dan komunikasi yang merupakan penopang dari era disrupsi. Anda bisa terhubung dengan orang lain di benua lain tentu saja harus memiliki modal bahasa International yaitu bahasa Inggris. Selain itu, era disrupsi ini akan banyak investor ataupun funding dari luar negeri yang akan masuk ke negera kita untuk berinvestasi, membiaya para start up, memberi bantuan materi dan juga transfer pengetahuan dan lain sebagainya.

Era ini sangat membutuhkan orang-orang yang berwawasan dan memiliki adaptasi yang tinggi, termasuk adaptasi terhadap bahasa International dan yang menarik menurut sebuah penelitian yang dilansir pada kolom Kompas.Com, diprediksi bahwa Bahasa Inggris akan bertahan menjadi bahasa International  sekitar 50 tahun mendatang karena bahasa Inggris memiliki tata bahasa yang lengkap dan rapi jadi mudah untuk dipelajari oleh seluruh penduduk dunia. Era disrupsi sudah di depan mata, segeralah tingkatkan kompetensi pribadi.