Bahasa Inggris dan Wisata Halal

Bahasa Inggris dan Wisata Halal

Mengenal Bahasa Inggris dan Wisata Halal – Wisata Halal mungkin masih asing buat sebagian orang Indonesia namun bagi pelaku bisnis pariwisata tentu hal ini sudah akrab di telinga mereka. Trend  wisata halal mulai berkembang seiring dengan meningkatnya populasi umat muslim di dunia. Pengertian wisata halal sebenarnya adalah kondisi sebuah destinasi wisata yang “ramah Islam”. Seorang muslim membutuhkan makanan, kemudahan tempat ibadah (shalat ), dan lingkungan yang “bersih” dari keharaman baik visual, audio maupun pencemaran unsur haram pada makanan.

Global Muslim Travel Index (GMTI) telah menyusun kriteria yang apik untuk standarisasi wisata halal dunia. Mungkin diantara kita berfikir bahwa Indonesia adalah negara yang memenuhi standar wisata halal karena mayoritas penduduk Indonesia adalah Muslim, tapi ternyata hal ini tidak menjamin bahwa objek-objek wisata di Indonesia telah memenuhi persyaratan menjadi wisata halal.

Dalam membuat peringkat destinasi wisata halal dunia GMTI telah menyusun beberapa kriteria diantaranya ramah keluarga, jumlah kunjungan muslim, jaminan kehalalan makanan, fasilitas shalat, pilihan akomodasi yang memberikan jaminan kehalalan dan yang tak kalah penting adalah kemudahan komunikasi antara pihak-pihak yang berkepentingan dengan wisatawan muslim yang datang berkunjung.

Pada tahun 2017 tercatat ada 131 juta wisatawan Muslim yang bepergian ke beberapa destinasi halal, salah satunya Indonesia. Bahkan negara-negara yang minoritas penduduk muslimpun menggalakkan program peningkatan persyaratan wisata halal, contohnya Jepang yang sudah menyediakan mushalla pada destinasi wisatanya bahkan jepang airlines pun sudah memberlakukan program pemberitahuan waktu shalat bagi penumpangnya. Dan tentu saja masyarakat Jepang memiliki penguasaan bahasa Inggris yang baik.

Bagaimana dengan Indonesia?kita patut berbangga karena di Indonesia terdapat beberapa daerah yang pantas menjadi wisata Halal contohnya Lombok. Siapa yang tidak kenal Lombok, daerah yang memiliki sejuta pesona alam. Pada tahun 2015 Lombok berhasil menajdi destinasi halal terbaik mengalahkan Malaysia, Abu dhabi, Turki dan Qatar pada program World Halal Travel Summit and Exhibition. Sebagai destinasi halal Lombok sudah memiliki fasilitas yang memudahkan wisatawan muslim. Dengan mayoritas penduduk muslim, Lombok memiliki banyak mesjid sehingga dijuluki Pulau Seribu Mesjid. Penginapan – penginapan di Lombok juga memenuhi kebutuhan wisatawan muslim seperti tersedianya arah kiblat, peralatan shalat dan Al Qur’an. Makanan Lombok juga lezat dan tentunya halal. Indonesia masih memiliki daerah-daerah destinasi wisata halal yang patut dikunjungi seperti Aceh, Sumatera Barat, Batam, jawa Barat ,dsb.

Menurut  Lembaga rating wisata muslim Dunia, GMTI (Global Muslim Travel Indonesia) pada tahun 2018 Indonesia  menduduki peringkat ke dua bersama dengan Uni Emirat Arab dalam peningkatan wisata halal sesuai dengan kriteria-kriteria yang saya paparkan diawal. Dan Malaysia bertahan selama 8 tahun menduduki peringkat pertama.

Indonesia pastinya harus banyak belajar dari Malaysia, karena secara infrastruktur Indonesia tidak kalah saing dengan Malaysia namun secara pelayanan kita jauh tertinggal dari Malaysia. Misalnya dalam penggunaan bahasa internasional yang digunakan wisatawan mancanegara, Malaysia merupakan negara yang menetapkan English as Second Language (ESL) yang berarti bahasa Inggris dipelajari dan digunakan secara luas sebagai bahasa sehari-hari dan bahasa resmi. Hal ini tentu menjadi nilai tambah bagi Malaysia dibanding dengan Indonesia. Seperti yang kita ketahui  bahwa Indonesia menetapkan bahasa Inggris sebagai English as Foreign Language (EFL) yang berarti bahasa Inggris dipelajari di sekolah dan Univeristas tetapi tidak digunakan secara luas atau sebagai bahasa resmi. Maka tidak heranlah jika kita temukan banyak masyarakat Indonesia yang tidak mampu untuk berkomunikasi dengan wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia walaupun lulusan perguruan tinggi.

Wisata Halal Indonesia bisa mendapatkan peringkat pertama jika kualitas sumber daya manusianya bisa meningkat terutama dalam penguasaan bahasa Inggris sebagai bahasa pemersatu antara negara-negara dunia sehingga kita bisa memberikan pelayanan prima.